safety buletin

Mudik aman Puasa Lancar

Selama bulan puasa, kita berpotensi mengalami dehidrasi dibandingkan hari biasa dan juga bisa mengurangi konsentrasi.

Badan yang biasanya lebih lemas saat berpuasa tentu mempengaruhi kekuatan dan ketahanan mengemudi. Belum lagi saat mengemudi di jalanan umum tak jarang ditemui berbagai hal yang bisa memancing emosi. 

Selain menahan lapar dan dahaga, sifat emosi menjadi salah satu hal utama yang perlu dijaga saat bulan puasa. Berikut berapa tips berkendara saat berpuasa :

1. Persiapan Perjalanan (Smart Riding)


Sebelum melakukan perjalanan, baiknya Anda menyantap sahur dengan memilih asupan yang bernutrisi tinggi seperti sayur, buah-buahan, serta perbanyak minum air putih. Ini dapat mengurangi dehidrasi tubuh saat berkendara.

 

2. Kenali Rute Perjalanan


Kemacetan merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan emosi. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan aplikasi berfitur Global Positioning System (GPS) yang dapat membantu pengendara sepeda motor melihat situasi jalur perjalanan, sehingga dapat memilih alternatif jalur perjalanan yang tepat dan aman, serta terhindar dari kemacetan.

Jika Anda menuju lokasi yang belum pernah didatangi, sebaiknya pelajari situasi jalanan terlebih dahulu agar tidak membuang waktu karena tersesat di jalan dan terlalu lama berkendara.

 

3. Jaga jarak aman


Dengan menjaga jarak aman ke depan, Anda akan lebih santai dalam mengemudi. Setiap perubahan gerakan atau kecepatan dari mobil depan akan lebih mudah dan rileks untuk diantisipasi. Sebaliknya, jika terlalu dekat, tanpa disadari kaki dan tangan Anda bekerja lebih banyak untuk mengantisipasi pergerakan mobil di depan. Gunakan metode 2 detik untuk jarak minimal ke mobil depan. Semakin jauh, Anda akan semakin merasa santai.

 

4. Jangan Pernah Terpancing Emosi

 
Jika memang terjebak dalam kemacetan yang cukup padat, lalulintas biasanya jadi "memanas". Jangan sampai terpengaruh jika ada kejadian yang berpotensi menimbulkan emosi. Jika memang anda terlibat dalam satu kejadian, misal tersenggol kendaraan lain pastikan pikiran anda selalu jernih dan tenang.

 

5. Atur Posisi Mengemudi Ideal

 
Jika jok pengemudi terlalu dekat dengan setir, atau terlalu jauh bukan saja jadi potensi bahaya tapi mengemudi jadi terasa lebih melelahkan. Setel bangku dengan jarak ideal dengan cara letakkan pergelangan tangan kanan di posisi paling atas setir, sembari punggung tetap menempel ke jok. Setel pula kemiringan sandaran pada sudut ideal. Genggam selalu setir pada posisi jam 9 dan 3, buat senyaman mungkin tapi tetap bisa sigap.